Dalam penyusunan ransum ternak, banyak hal yang perlu diperhatikan. Terutama zat makanan yang dikandungnya, karena akan menentukan kuantitas dan kualitas produksi ternak yang di hasilkan. Tentunya dengan tidak mengabaikan faktor yang lain, misalnya palatabilitas ransum.
Kandungan protein dan energi kerap dijadikan pertimbangan utama dalam penyusunan ransum. Walaupun demikian, tidak boleh mengabaikan zat makanan yang lain, misalnya mineral.
Mineral yang terbanyak dalam tubuh adalah kalsium (Ca) dan fosfor (P). Lebih dari 70 persen abu tubuh adalah Ca dan P. Sebagian besar Ca dan P terdapat dalam tulang (Peeler,1972).
Sekitar 99 persen Ca dan 80 persen P terdapat dalam tulang dan gigi (Mynard dan Loosly, 1956). Kedua mineral inilah yang selanjutnya kita bicarakan.
Kalsium terdapat dalam tubuh lebih banyakdari pada mineral yang lain, merupakan 1,5 sampai 2,0 persen dari berat badan (Davies,1982). 99 persen Ca terdapat dalam tulang dan gigi. Sedangkan yang satu persen tersebar luas keseluruh organ dan jaringan sebagai unsur esensisal bagi sel dan cairan jaringan (Benerjee, 1982; Maynard dan Loosly, 1956).
Menurut Benerjee (1982), fungsi Ca adalah :
1. Merupakan penyusun tulang, termasuk gigi dan pertumbuhan.
2. Pembekuan darah.
3. Mengukur denyut jantung dan kerja otat.
4. Mengontrol sistem syaraf otot.
5. Memelihara keseimbangan asam basa.
6. Memelihara membran sel permeabel.
Fosfor terdapat dalam semua sel tubuh. Banyak sekitar stu persen dari total berat badan (Dafies,1982). Sekitar 80persen P bergabung dengan Ca dalam tulang dan gigi. Kurang lebih 10 persen berkombinasi dengan protein, lemak dan karbohidrat, dan pada komponen lain dalam darah dan otot. 10 persen sisanya tersebar luas dalam berbagai senyawa kimia (Benerjee,1982).
Menurut Davies (1972), fungsi P adalah :
1. Esensial untuk pembentukan tulang.
2. Penting untuk pertumbihan tulang.
3. Esensial untuk pembentukan jaringan otot dan telur.
4. Esensial untuk esksresi susu secara normal.
5. Penting untuk mengaktifkan mikroba rumen.
6. Merupakan komponen asam nukleat.
7. Menjaga keseimbangan asam-basa.
8. Metabolisme protein, energi dan lemak.
9. Merupakan komponen danaktifator enzim.
Mengingat sangat pentingnya Ca dan P dalam metabolisme, maka dalam penyusunan ransum hendaknya benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak terjadi kekurangan salah satu atau keduanya yang dapat menyebabkan tidak tercapainya produksi maksimal, tentunya sedapat mungkin optimal seperti yang diharpkan.
Kecukupan Ca dan P tergantung pada 3 faktor : (1) kecukupan kedua mineral dalam ransum, (2) kesesuaian perbandingan keduanya dan (3) ketersediaan vitamin D. Ketiga faktor ini saling berhubungan (Maynard dan Loosly, 1956).
Dari ketiga faktor tersebut, kesesuaian keseimbangan antara Ca dan P yang jarang diperhatikan. Masih banyak menyusun ransum tanpa memperhatikan keseimbangan Ca dan P. Asal sudah lebih dari yang dibutuhkan, dianggap cukup. Padahal keseimbangan kedua mineral ini sangat penting untuk diperhatikan. Perbandingan Ca dan P dalam ransum merupakan hal yang penting dalam absorpsi dan kadar Ca dan P darah (Benerjee,1982).
© 2026 CV Agape Sun Prima. All rights reserved